Showing posts with label DIY. Show all posts
Showing posts with label DIY. Show all posts

Friday, September 5, 2014

[Tutorial] 8 Kreasi Kain Felt


Duluuu banget, waktu masih kuliah, saya mulai suka sama kain felt gara-gara senior sekosan pinter bikin bros dari kain felt. Bentuknya lucu-lucu, ada lebah, ada kupu-kupu.

Nah, karena waktu itu masih jaman batu dan saya sendiri masih ndeso, taunya internet cuma buat nyari bahan tugas dari dosen, nyari-nyari peraturan di situs salah satu kementerian yang jaman dulu jarang banget updatenya itu, saya jadi nggak tahu di mana tempat beli kain felt di sekitaran kampus.

Makanya, yang bisa saya lakukan cuma merengek-rengek ke ibu, minta dikirim kain felt dari Solo. Senengnya, ibu mau saja mengabulkan keinginan saya ini, tapi dengan syarat, saya harus janji untuk bener-bener memanfaatkan kain felt itu sebaik-baiknya dan nggak menyia-nyiakannya. Waktu itu, saya sih manggut-manggut aja.

Time flies, (ini antara kita aja ya, nggak usah bilang-bilang ke ibu saya) kain-kain yang dulu dikirim itu sampai sekarang masih ada. Biasa, penyakit hangat-hangat tahi ayam saya itu susaaah banget ngobatinnya. Ya ada sih, satu-dua yang dibikin, jadi dua apa tiga bros gitu. Tapi sisanya masih banyak!

Biar nggak mubadzir, rasanya ada baiknya kalau saya mulai ‘menghidupkan’ kain-kain felt tadi. Daan, kabar gembira untuk kita semua, kain felt nggak cuma bisa dibikin bros atau kotak tissue ala kue-kue yang booming beberapa tahun lalu itu. Setidaknya, ada 8 kreasi seru yang bisa kita buat dari kain felt ini. Biar nggak sendirian bikinnya, yuk bikin rame-rame! :)




Cocok banget ni dijadiin weekend project. Bikin sendiri di sela-sela me time oke, bikin rame-rame bareng temen lebih seru. Atau, bisa juga bikin bareng si kecil, biar makin kompak makin asik.

Cek gambar di bawah untuk detail selengkapnya ya. Ada tautan untuk tutorialnya di tiap-tiap caption gambarnya. Enjoy :)


1. Citrus Coaster (Tatakan Gelas)

Bosen sama tatakan gelas yang modelnya gitu-gitu aja? Bikin sendiri aja! Siapin kain felt, jarum jahit dan benangnya ya. Nggak perlu mesin jahit, cukup jahit tangan aja kok.

{via}

2. Rainbow Felt Pillow (Bantal Pelangi)

Nah, kalau punya stok kain felt warna-warni, cocok banget dibikin bantal pelangi ini. Ada mesin jahit di rumah? Bisa lebih cepet bikinnya. Nggak ada mesin jahit? Tenang, jahit tangan oke juga, tapi harus sedikit lebih sabar ya ;)

{via}


3. Felt Clock (Jam Dinding)

Biar nggak ngaret lagi, coba bikin sendiri jam dinding ini yuk! Unik dan nggak pasaran, bikinnya juga gampang. Icon-nya lucu-lucu nggak sih? Bikin gemes!
{via}


4. Felt Bows (Pita-Pita)

Yang ini nggak butuh banyak bahan, dengan sepotong perca kain felt aja, kita bisa bikin pita-pita cantik ini. Tinggal pasang jepit di belakangnya, jadi deh hairclips. Jadi aksen bando juga manis. Uh, so cute!


{via}

5. Finger Puppets (Boneka Jari)

Bikin mainan sendiri yuk, biar anak-anak makin betah main di rumah.

{via}


6. Ipad Cover

Versi simplenya aja udah manis gini. Tambah sulaman-sulaman sederhana, pita, atau renda bisa bikin Ipad cover ini jadi kamu banget! Outstanding!

{via}


7. Tissue Holder (Tempat Tisu)

Yang ini asli gampang banget bikinnya. Bentuk dasarnya cuma selembar kain felt persegi panjang, tinggal dilipat, dijahit dikit, jadi deh!


{via}

8. Baby Shoes (Sepatu Bayi)

Ini lucu banget nggak sih? Bikin langsung beberapa, tinggal main di warna dan hiasan aja, little ones bisa ganti-ganti sepatu tiap hari deh

{via}

Aren't they cute? Kalau kata Jarjit, fabulous, fabulous! 

Happy weekend, happy crafting :)








Wednesday, August 6, 2014

[Resep] Frozen Choco Banana

Hallo, apa kabar lebarannya? Buat yang baru selesai mudik, masih capek-capek, dinikmati aja lah ya. Nggak ada yang lebih menyenangkan dibanding kumpul-kumpul sama keluarga tercinta kan? 

Biar capeknya ilang, cobain cemilan ini deh. Selain enak dan sehat, gampang banget bikinnya. Nggak pakai ribet, nggak pakai lama. Kalau nggak percaya langsung dicoba aja ya :)




Ini fresh from the freezer, masih ada embun-embunnya, bukan keringetan karena kebanyakan nginjek kopling di pantura lho ya, hihi. 








Selain bikinnya gampang, bahannya juga mudah banget didapat. Kebetulan bahan-bahannya udah ada di rumah, jadi makin cepet deh bikinnya. Cuma perlu ini aja:



Pisang
Percobaan kemarin, saya pakai pisang ambon, tapi mungkin ada jenis lain biar hasilnya lebih baik? Untuk hasil maksimal, pastikan pisangnya masih fresh dan nggak kematengan ya. 

Compound Chocolate
Untuk pelengkapnya, saya pakai dark cooking chocolate (cokelat masak/cokelat compound) untuk coating-nya. Bisa juga diganti sama rasa lain sesuai  selera. 

Almond
Terus buat taburannya saya pakai kacang almond yang dicincang kasar. Karena cuma ini yang ada di rumah, males keluar, hehe. Bisa juga pakai permen sprinkle warna-warni atau meises, atau seseuai selera.




  • Untuk proses bikinnya, pertama kupas pisang, terus belah jadi empat, pertama dibelah melintang di tengah badan pisangnya, terus dibelah membujur. Setelah itu, tusukkan stick es krim pada masing-masing potongan




  • Nah, sekarang masukkan ke freezer selama 1-2 jam, sampai pisangnya cukup beku.
  • Sementara itu, kita bisa bergosip dulu siapin coatingnya. Panaskan panci/wajan berisi air, didihkan, letakkan mangkok/wadah lainnya, lalu tim cokelat compoundnya, sambil diaduk-aduk untuk memastikan semua cokelatnya lumer. Pakai api kecil aja ya, biar nggak gosong (maaf lupa ambil gambarnya).
  • Setelah pisangnya beku dan cokelatnya siap, ambil satu pisang, celupkan ke dalam cokelat yang sudah mencair. Usahakan sebisa mungkin cokelatnya menutupi seluruh permukaan pisang. Taburi dengan cincangan almond (atau topping lain) di atasnya. Oiya, jangan pakai slow motion ya, kalau nggak cokelatnya keburu mengeras. Ulangi langkah ini pada pisang-pisang yang lain.
  • Sudah hampir jadi ni, tinggal satu langkah terakhir. Sekarang, masukkan lagi pisang-pisang yang udah dilumuri cokelat dan ditaburi topping ke dalam freezer. Tunggu sekitar 1 jam, lalu keluarkan, dan siap disantap!




Selamat menikmati, selamat datang kembali di perantauan bagi yang merayakan :)



Tuesday, July 1, 2014

I Made: Shabby Chic Pillows

Welcome July! Just want to share what I've made a couple days ago :)




Tumpukan kain mulai menggunung lagi di rumah. Kadang, ngliat kain-kain cantik itu rasanya seperti dihadapkan pada dilema besar antara dibiarin aja apa dibikin sesuatu *lebay.

Kalau didiemin aja, bisa puas diliatin sambil dikagumi motifnya, nggak perlu merusak bahannya karena digunting-gunting. Tapi yaudah, itu cuma kain.

Kalau dibikin sesuatu, bisa ada nilai tambahnya sih, tapi pas gunting bahannya itu lho, sayang-sayang nggak tega gimanaa gitu.

Berhasil mengalahkan rasa sayang pada kain yang motifnya cantik-cantik ini, saya bikin beberapa bantal sofa. Ceritanya mau menghadirkan nuansa ala-ala shabby chic gitu di rumah, tapi tetep dengan budget yang affordable aja, hehe. Saya bikin dua macam, kurang lebih kayak gini hasilnya;





Bagian depan pillow covernya saya bikin dengan motif bunga-bunga yang IMO, vintage-vintage gimanaa gitu motifnya. Untuk bagian belakangnya, supaya nggak monoton dan tetep chic, kombinasi motif polkadot warna pastel yang senada jadi pilihan saya.

Detail motifnya, cantik ya :)



Meluk-meluk bantal-bantal ini tu rasanya seperti lagi duduk-duduk cantik di taman bunga loh, hehe.

Buat yang masih pengen berbunga-bunga hari ini, bonus wallpaper spesial buat yang udah bersedia buang-buang waktunya baca postingan ini, hihi. Grab them all ya :)


{download here}

{download here}


{download here}

{download here}

{download here}

{download here}


{download here}


{download here}


{download here}

P.S. kebetulan kemaren saya bikin pillow covernya agak berlebih, karena keasikan jahitnya, hehe. Kali aja ada yang minat bisa hubungi saya ya (leave comment) berikut spesifikasinya:



Selamat berpuasa, semoga tetep segar bugar sampai adzan magrib tiba ya :)




Monday, May 5, 2014

Jahit Sendiri Bajumu (Plus Tutorial)

Ternyata, bikin baju sendiri itu nggak susah. Kalau tau cara cheatnya. 
Ternyata lagi, saya juga pernah punya baju jahitan sendiri. Padahal, kalau saya belum pernah cerita, saya itu paling muales kalau disuruh jahit baju. Bikin pola itu susah, jahit yang bener juga nggak gampang. Ieeewww.

Kalau udah punya baju jahitan sendiri, berarti sekarang udah jago ni jahitnya? udah ada perkembangan dong? Ups, jangan buru-buru berbaik sangka dulu, apalagi sama saya :p

Baju yang ceritanya saya jahit sendiri ini nggak pake pola-polaan. Tinggal dikira-kira aja, kres-kres-kres gunting bahannya, dijahit jegreeek dan booom, jadi deh. Tipsnya, pakai baju yang menurut kita paling enak dipakai buat contoh ukurannya.

Yang pertama saya bikin atasan model lengan raglan. Yang ini bahannya mepet, cuma bisa jadi seadanya. Lengannya cuma jadi 3/4, nggak bisa panjang. Panjang blousenya juga agak ngatung ni. Karena bikinnya ngebut malem-malem, terus pengennya buru-buru jadi, ya begitulah, acara obras-mengobras dilewati dulu. Tapi, jadinya sampai sekarang juga masih dibiarin gitu aja, nggak diobras-obras juga. Ish! Jangan ditiru ya. Dan, yang namanya euforia jahit sendiri ya, tetep aja pede banget makenya. Padahal pasti orang lain yang ngliat udah pada ngomongin dalam hati: baju yang aneh. Yang make lebih aneh.




Eh, sebelum dikomentari, itu topinya cuma editan ya, buat nutupin jidat lapangan bola saya :D

Nah, buat yang mau jahit sendiri juga, kayak gini pola sederhananya:





Yang kedua ini jauh lebih gampang dari yang pertama, super duper simple tanktop. Setengah jam juga kelar kalau cuma bikin ini. Cocok buat pemalas seperti saya.





P.S.:  sendal jepitnya, ngga nahan :D



Inspirasi dan tutorialnya dari sini:


 tutorial
source & tutorial

Gampang kan? Pake banget lagi! Oiya, buat yang nggak suka mengekspos lengan atau yang pake jilbab seperti saya, tanktop ini bisa juga dipadankan dengan outer, kayak cardigan misalnya, atau dengan blazer untuk acara yang lebih formal. Atau ada ide lain?

Yak, sementara baru itu yang jahit sendiri. Pengen nyoba lagi kapan-kapan kalau dapat wangsit. Lumayan lah buat dibangga-banggain, anggap saja hasilnya nggak malu-maluin, hihi.

Selamat mencoba ;)



Thursday, April 17, 2014

Tutorial: Jahit Rok Sendiri Yuk!

Punya kebiasaan ngiler tiap lihat bahan yang motifnya cantik-cantik itu sesungguhnya suatu siksaan berkepanjangan. Kalau udah ngiler, nggak bisa move on, jadinya ya terpaksa dibungkus bawa pulang. Dan, sekarang, bahan-bahan itu numpuk tapi nggak pernah tersentuh. Omaigad!

Oke, oke, tumpukannya harus segera dikurangi kalau nggak mau disindir suami. Hihihi. Dan, bimsalabim! Satu bahan berubah wujud jadi rok panjang, cuma perlu waktu kurang dari dua jam. Bisa ngeceng deh (bahasanya jadul banget).


Kebetulan ternyata punya atasan yang warnanya cocok sama roknya. Begitu jadi, langsung deh dipakai jalan-jalan. I heart fuschia! Yuk mari yang stok bahannya numpuk bisa dicoba dibikin. Make it yourself ;)







Untuk membuat rok super simple ini, siapkan dulu bahannya ya:
1.Bahan/kain
2. Karet ban, panjang ± 2/3 ukuran pinggang
3. Benang sesuai warna bahan


Step by stepnya:
1. Potong bahan dengan ukuran panjang ± 2 meter (standar ukuran S/M. Untuk yang ukuran badannya lebih besar bisa ditambah lagi ya). Untuk lebarnya, disesuaikan dengan panjang rok yang kita inginkan ditambah ± 6 cm untuk lipatan jahitan (kampuh).

2.Obras mengelilingi pinggiran bahan




3. Ambil ± 3 cm pada sisi terpanjang bahan, lalu lipat ke arah dalam (wrong side). Jahit sepanjang kedua lipatan tersebut. Kurang lebih seperti ini:



4. Pada salah satu lipatan yang akan jadi bagian atas rok, masukkan karet ban (saya biasa pakai peniti untuk memudahkan). Satukan bagian ujung-ujung karet, jahit. Ratakan kerutannya.

5. Sekarang kita akan jahit sisi samping rok. Pertemukan bagian kiri dan kanan (sisi luar bahan saling berhadapan), lipat dan jahit.


Bum! Jadi deh. Super gampang kan? Percayalah, di dunia nyata, bikin rok ini jauh lebih gampang daripada membaca tutorial yang aneh ini, hehe. Maapkeun, susah ternyata mendeskripsikan langkah-langkah menjahit jadi rangkaian kalimat.


Anggap saja ini semacam tutorial sederahana ya, enjoy :) 
Selamat berkreasi!


Wednesday, April 2, 2014

Very First Patchwork

Halo halo halo hai! 

Dengan muka tembok, saya beranikan diri nulis lagi di sini. Ke mana aja sebulanan ini? Nggak kemana-mana sih. Ngapain aja? nggak ngapa-ngapain juga sih. Terus? Ya biasa, kesibukan di dunia nyata mengalihkan perhatian saya dari dunia maya. Weeeek, ngeles.

Oiya, sekalian mau bayar utang. Kayaknya di postingan sebelumnya pernah bilang mau kasih liat hasil eksperimen. Meskipun nggak sukses ya, hehe. 

Bayangan awalnya dulu, mau bikin yang seukuran pashmina. Tapi ternyata, kerjaan nyambung-nyambungin potongan-potongan kain ini nggak segampang yang saya bayangkan. Harus telaten. Ditambah lagi, pas motong-motong kain jadi kecil-kecil, ukurannya harus benar-benar presisi sampai skala milimeter! Dengan segala keterbatasan yang saya punya, voila, this is it! Pashmina patchwork wanna be ala jeng nita :D




Ya, seenggak-enggaknya masih ada bentuknya, nggak kayak amoeba. Malah susah kali ya, bikin yang bentuknya kayak amoeba. Pertama kali dibawa ke kantor, banyak yang gagal mendeskripsikan ini benda apa. Ada yang bilang ini popok. Ada yang bilang bedong. Ada yang bilang perlak bayi. Ada yang sama sekali nggak punya ide. Hehehe.

Harap maklum, dari ide awal bikin seukuran pashmina, realisasi ukuran panjangnya cuma jadi sekitar 3/4nya. Terus, mungkin karena pemilihan warnanya yang terlalu soft, identik sama warna-warna barang tetek bengeknya new born baby. Ditambah lagi, pemakaian bahan minky buat lapisan sebaliknya, yang memang biasa dipakai buat bahan perlengkapan bayi. Hihi.

Tapi, tetep kok, masih ada penggemarnya. Hahaha *ketawacongkak. Di hari keduanya disampirin di kursi kerja udah ada yang nyulik aja. Tau-tau udah dibawa pulang, seminggu lebih baru balik. Wakakak. Bahkan itu belom sempet diambil gambarnya! Akhirnya setelah ngemis-ngemis ke penculiknya dibalikin sih. Gambar di atas itu adalah gambar fresh from londrian penculik. Nggak mau melewatkan kesempatan, begitu dibalikin langsung dipotoin, siapa tau diculik lagi nanti, hihi. 


Selamat apa saja semua!




Thursday, January 30, 2014

Desain Patchwork Abal-Abal

Musim dingin hujan tahun ini kok rasa-rasanya lebih dinging dari tahun-tahun sebelumnya. Dari luar udah terpapar udara dingin, masuk ruangan kantor ACnya tambah bikin menggigil. Padahal udah pake seragam perang lengkap: jaket sama kaos kaki, kurang sarung tangan aja sih. Kalau kedinginan paling enak peluk-emang peluk kettle elektrik yang ada di pantry, tapi kalau keterusan bisa diamuk sama office girl.

Kayaknya kepinginan buat bikin selimut-selimutan yang kemarin sempet kepikiran itu harus segera direalisasikan deh. Kalau kelamaan keburu beku kayak Niagara. Lebay. Sih. Sebagai langkah awal, mari direka-reka dulu gambarannya. Saya kepinginnya nanti si selimut ini nggak mau keliaatan kayak selimut banget, soalnya kan ini buat di kantor, kayaknya terlalu mencolok nanti kalau bawa-bawa benda yang teridentifikasi sebagai selimut.

Jadi, yang ada di gambaran saya nanti, pertama nggak gede-gede amat, tapi cukuplah kalau sekedar buat blebet-blebetan. Ukurannya lebih besar dari syal, tapi mungkin nggak lebih besar dari pashmina. Kedua, warnanya harus enak dilihat, pengennya sih yang ceria, tapi kalem, tapi nggak terlalu mencolok, tapi jadinya gimana ya, bingung sendiri. Ketiga, nggak mau yang terlalu tebel, biar gampang nyucinya, hehe. Jadi kayaknya cukup pakai kombinasi katun plus minky, kayak pas bikin selimut bayi kemarin itu. 

Terus, dari dulu tu saya penasaran banget sama patchwork, jadi pengen nyoba kombinasi motif deh. Mungkin nanti jadinya malah nabrak-nabrak nggak matching, tapi gapapa deh. Demi rasa penasaran ini, hihi, cuma dipakai sendiri ini. 

Dan, iseng-iseng hari ini menghasilkan beberapa alternatif pola patchwork tabrak motif abal-abal ala saya. Warnanya saya buat sesuai warna-warna stok bahan yang masih tersisa. Dijamin nggak matching, hihi. 




Semoga salah satu dari mereka bisa direalisasikan, aamiin :)