Showing posts with label project. Show all posts
Showing posts with label project. Show all posts

Thursday, April 17, 2014

Tutorial: Jahit Rok Sendiri Yuk!

Punya kebiasaan ngiler tiap lihat bahan yang motifnya cantik-cantik itu sesungguhnya suatu siksaan berkepanjangan. Kalau udah ngiler, nggak bisa move on, jadinya ya terpaksa dibungkus bawa pulang. Dan, sekarang, bahan-bahan itu numpuk tapi nggak pernah tersentuh. Omaigad!

Oke, oke, tumpukannya harus segera dikurangi kalau nggak mau disindir suami. Hihihi. Dan, bimsalabim! Satu bahan berubah wujud jadi rok panjang, cuma perlu waktu kurang dari dua jam. Bisa ngeceng deh (bahasanya jadul banget).


Kebetulan ternyata punya atasan yang warnanya cocok sama roknya. Begitu jadi, langsung deh dipakai jalan-jalan. I heart fuschia! Yuk mari yang stok bahannya numpuk bisa dicoba dibikin. Make it yourself ;)







Untuk membuat rok super simple ini, siapkan dulu bahannya ya:
1.Bahan/kain
2. Karet ban, panjang ± 2/3 ukuran pinggang
3. Benang sesuai warna bahan


Step by stepnya:
1. Potong bahan dengan ukuran panjang ± 2 meter (standar ukuran S/M. Untuk yang ukuran badannya lebih besar bisa ditambah lagi ya). Untuk lebarnya, disesuaikan dengan panjang rok yang kita inginkan ditambah ± 6 cm untuk lipatan jahitan (kampuh).

2.Obras mengelilingi pinggiran bahan




3. Ambil ± 3 cm pada sisi terpanjang bahan, lalu lipat ke arah dalam (wrong side). Jahit sepanjang kedua lipatan tersebut. Kurang lebih seperti ini:



4. Pada salah satu lipatan yang akan jadi bagian atas rok, masukkan karet ban (saya biasa pakai peniti untuk memudahkan). Satukan bagian ujung-ujung karet, jahit. Ratakan kerutannya.

5. Sekarang kita akan jahit sisi samping rok. Pertemukan bagian kiri dan kanan (sisi luar bahan saling berhadapan), lipat dan jahit.


Bum! Jadi deh. Super gampang kan? Percayalah, di dunia nyata, bikin rok ini jauh lebih gampang daripada membaca tutorial yang aneh ini, hehe. Maapkeun, susah ternyata mendeskripsikan langkah-langkah menjahit jadi rangkaian kalimat.


Anggap saja ini semacam tutorial sederahana ya, enjoy :) 
Selamat berkreasi!


Thursday, January 30, 2014

Desain Patchwork Abal-Abal

Musim dingin hujan tahun ini kok rasa-rasanya lebih dinging dari tahun-tahun sebelumnya. Dari luar udah terpapar udara dingin, masuk ruangan kantor ACnya tambah bikin menggigil. Padahal udah pake seragam perang lengkap: jaket sama kaos kaki, kurang sarung tangan aja sih. Kalau kedinginan paling enak peluk-emang peluk kettle elektrik yang ada di pantry, tapi kalau keterusan bisa diamuk sama office girl.

Kayaknya kepinginan buat bikin selimut-selimutan yang kemarin sempet kepikiran itu harus segera direalisasikan deh. Kalau kelamaan keburu beku kayak Niagara. Lebay. Sih. Sebagai langkah awal, mari direka-reka dulu gambarannya. Saya kepinginnya nanti si selimut ini nggak mau keliaatan kayak selimut banget, soalnya kan ini buat di kantor, kayaknya terlalu mencolok nanti kalau bawa-bawa benda yang teridentifikasi sebagai selimut.

Jadi, yang ada di gambaran saya nanti, pertama nggak gede-gede amat, tapi cukuplah kalau sekedar buat blebet-blebetan. Ukurannya lebih besar dari syal, tapi mungkin nggak lebih besar dari pashmina. Kedua, warnanya harus enak dilihat, pengennya sih yang ceria, tapi kalem, tapi nggak terlalu mencolok, tapi jadinya gimana ya, bingung sendiri. Ketiga, nggak mau yang terlalu tebel, biar gampang nyucinya, hehe. Jadi kayaknya cukup pakai kombinasi katun plus minky, kayak pas bikin selimut bayi kemarin itu. 

Terus, dari dulu tu saya penasaran banget sama patchwork, jadi pengen nyoba kombinasi motif deh. Mungkin nanti jadinya malah nabrak-nabrak nggak matching, tapi gapapa deh. Demi rasa penasaran ini, hihi, cuma dipakai sendiri ini. 

Dan, iseng-iseng hari ini menghasilkan beberapa alternatif pola patchwork tabrak motif abal-abal ala saya. Warnanya saya buat sesuai warna-warna stok bahan yang masih tersisa. Dijamin nggak matching, hihi. 




Semoga salah satu dari mereka bisa direalisasikan, aamiin :)



Tuesday, January 28, 2014

My Very First Baby Project: Baby Bundles

Apa kabar Januari?

Hujan turun hampir setiap hari di Jakarta dan sekitarnya. Semoga hujan ini membawa berkah ya, meskipun kita tahu banjir terjadi di banyak tempat awal tahun ini. Semoga ujian ini bisa menjadikan kita naik level, lebih sabar, lebih tawakkal.

Setelah sekitar dua mingguan absen nulis disini, dengan banyak alasan tentunya, as always, hehe. Tapi, tanpa banyak alasan, izinkan saya pamer hasil karya terbaru saya ya, hihi. Ini dia, my very first baby projects: Baby bundles! This is the sneak peek:



Bundel ini saya buat sebagai gift untuk salah satu teman yang baru saja kedatangan malaikat cantiknya. Congratulation!


very first baby bundles


Baby bundles yang pertama ini, karena keterbatasan skill, saya cuma bisa buat selimut bayi sama bibs (slaber). Untuk luarannya saya pilih bahan katun motif owl yang menggemaskan ini. Lucu ya? kayaknya sih cocok buat baby. Untuk kombinasinya saya pakai katun motif polkadot warna pink, biar ada nuansa-nuansa girlynya. Untuk lapisan dalamnya, saya pakai minky, jadi permukaanya tetep halus kalau kena kulit bayi yang masih sensitif. 

slaber

selimut bayi


Semoga yang dikasi seneng, terus babynya juga nyaman makainya. Oiya, pas nyobain selimutnya, kok malah jadi pengen ya, haha. IMO, tebelnya pas, nggak ketipisan nggak ketebelan. Mau bikin buat sendiri ah, seukuran pasmina pas kali ya. Cocok kayaknya buat di kantor pas dingin-dingin gini. Apalagi ditemani secangkir milo hangat. Slruuup.

Buat yang lagi nyari ide juga buat ngasih gift untuk kerabat yang baru punya new born baby, semoga tulisan ini menginspirasi ya :)




Thursday, October 24, 2013

Sulap Kardus Bekas Jadi Barang Berkelas {Plus Tutorial}

Punya kardus bekas di rumah? Saya punya. Banyak. Dari yang ukurannya gede sampai yang kecil-kecil. Dari yang tebal sampai yang tipis. Udah hobi 'nyampah' sih, dari dulu sukaaaa banget nyimpenin kardus-kardus bekas dan semacamnya. 

Beberapa kali dapet nota protes dari suami sih, hehe. Habis gimana dong, kalau mau dibuang kan sayang, itu kardus masih mulus-mulus, sayang aja rasanya kalau menelantarkan mereka di bak sampah, menunggu diangkut truk ke tempat pembuangan akhir. Hiiiiii, nggak tega bayanginnya. Lebay deh.

Dulu awalnya saya nyimpenin kardus-kardus bekas tu tujuannya palingan cuma buat jaga-jaga aja, siapa tau nanti pas mau kasih kado kebetulan bendanya yang mau dikadoin ini perlu di-repackage. Atau kalau nggak, pas mau kirim paket, misalnya, biar barang yang dipaketin ini bisa selamat sampai tujuan, kan perlu dikemas seaman mungkin. 

Tapiii sekarang-sekarang ini jadi lebih tergoda untuk me-reuse koleksi kardus-kardus saya itu {salah satu reuse project saya bisa dilihat di sini}. Bisa memberikan 'hidup baru' ke barang-barang yang tadinya mungkin udah nggak kepakai itu rasanyaaaa amajing, apalagi bisa membantu mengurangi sampah juga kan.

Di bawah ini ada 5 barang keren hasil reuse kardus bekas. Siapa tau bisa menginsiprasi kita semua. Ssssttt, ada tutorialnya juga lho. Check them out ;)

1. Mini Pocket Notebook

{courtesy of cremedelacraft.com}

Cantik ya? Percaya nggak kalau itu dibuat dari kardus bekas sereal? Hoho, pengen bikin juga? Cek di sini untuk tutorialnya. 

2. Magazine Holder (Tempat Majalah)

{courtesy of spoonful.com}

Masih dari kardus bekas sereal, bisa juga disulap jadi tempat majalah cantik seperti ini. Tutorialnya ada di sini. 

3. Storage Box (Kotak Serbaguna)

{courtesy of diyonthecheap.com}

Kalau punya kardus yang agek gedean, kayak kardus aq*a atau ind*mie, cocok dibikin storage box seperti ini. Tinggal lapisi pakai kain motif apa saja yang kita suka, tambahin hiasan dari pita, dan voila! Jadi deh storage box yang nggak kalah keren dari keluaran inf*rma, Cek tutorialnya di sini.

4. Cardboard Chest (Laci Kardus)

{courtesy of usefuldiy.com}

Percaya nggak kalau laci-laci yang cantik ini dibuat dari kardus bekas? Buktikan di sini

5. Desk Organizer

{courtesy of diy-crafts-tutorials.blogspot.com}

Desk organizer ini dibuat dari kardus bekas aneka jenis, mulai dari kotak bekas sereal sampai rol tissue bekas. Lihat deh gimana sentuhan art paper bekerja. Selain lebih rapi, meja kerja kita juga bisa jadi lebih cantik dengan desk organizer buatan sendiri ini. Coba bikin yuk, cek tutorialnya di sini.


Tu kan, barang-barang bekas ternyata bisa diubah jadi barang berkelas. Dengan sentuhan tangan, selain mengurangi sampah, kita juga bisa menghemat uang belanja, lho ibu-ibu, heheh. Selamat mencoba ;)



Wednesday, October 16, 2013

Furniture Redo: TV Cabinet (Part 2)

Hi! Hari ini saya mau pamer hasil kerja kita selama libur panjang kemarin ni, hehe. Masih lanjutan dari project sebelumnya, dandanin rak TV tua murahan biar cantikan dikit.

Setelah sebelumnya suami berhasil menyelesaikan hal cat-mengecatnya, kemarin giliran saya untuk nambahin finishing touch biar makin shine bright like a diamond. Tsaaah, bahasanya sok gaya.

Dan inilah penampakan rak TV kita setelah di-makeover. Taadaa!







Buat merefresh, ini penampakan si rak TV sebelum di-makeover. Sebenernya sih belum ada masalah fisik yang  berarti, belum rusak-rusak amat juga. Tapi ya gitu, bosen aja, dari yang hidup masih sendiri di kosan, sampe yang udah ditemenin suami di rumah, kalau nonton TV yang dilihat yang ginian melulu. Mau beli baru, belum ada budgetnya, hehehe. 





Yang paling saya suka dari hasil makeover ini, pertama warna rangkanya yang putih bersih, lebih enak aja dilihat. Kedua, motif bunganya, oooh so lovely! Hasil akhirnya, rak TV tua murahan kita jadi terlihat lebih fresh, dan somehow makin matching aja sama ruangan kita. 

Motif bunganya bikin jatuh cinta pada pandangan pertama




Kita puas banget sama hasilnya, not so bad lah ya untuk ukuran redo yang nggak pake acara mahal, hehehe. Investasi terbesar kita untuk project kali ini adalah tenaga dan waktu. Untuk alat dan bahan sih nggak terlalu nguras kantong. Kalau diitung-itung, untuk project redo kali ini kita ngeluarin duit sekitar seratus ribuan rupiah saja. Jadi tetep bisa jajan, hoho, the power of DIY *biggrin

Rincian Budget:
- Dulux V-Gloss in White Doff, Rp 46.500 (sisa 3/4 kaleng)
- Thinner Impala, Rp 20.000 (sisa 3/4 kaleng)
- Kuas cat kecil (bahan serat sintetis), Rp 3.500 
- Sponge brush, Rp 19.500
- Kertas kado Rp 15.000 (3x@Rp 5.000)
- Lem PVAc, sudah punya
Total yang kita keluarkan: Rp 104.500 

Itu kalau diitung-itung lagi, pengeluaran aktual kita paling-paling cuma sekitar lima puluh ribuan atau separonya aja, dengan memperhitungkan nilai bahan-bahan yang masih tersisa ya, hihihi.

Happy Wednesday all! 









Thursday, October 10, 2013

Furniture Redo: TV Cabinet (Part 1)

Last Sunday, my hubby and I decided to give a new life to our inexpensive old TV cabinet (if it could be named like that). Well, I bought it for Rp100.000 more than four years ago, and I bet it’s made from second grade material. Surprisingly it has a long life, and I wonder to see it without any serious damage.




Meanwhile, I concerned about its not-so-good appearance. I thought that giving new life to that poor low-end TV cabinet, was such a good idea.

We planned to give it new color, a brighter one, so that it would be look younger.  Since we’re newbie on furniture redo, we chose to started it with a neutral color like white, and Dulux V-Glossy in White doff was our choice.


(via www.dulux.co.id)

We started to paint the cabinet, and it takes a few times. Thanks to the sponge brush. It's great to finish this job (we used it to apply the second layer of this painting project). It brought a smoother effect to the surface, and even did it faster.

Though we didn't finished it yet, the cabinet has a better looking now, that it looks a little fresher. To accomplish this project, I think it'll be great if we attach something patterny on the tray, in order to make it a little bit prettier.

So, this is the comparison, 



We are so excited to finish this redo project, and I can't wait to share the finished project. Yippie!











Tuesday, October 1, 2013

DIY: Bow Accent Cushion

Weekend kemarin saya bikin bantal lagi, hehe. Tapi yang ini buat kado teman, bukan buat sendiri. Sebenarnya, teman saya ini naksir berat sama sprocket pillow yang emang suka keleleran di karpet depan tv di rumah. Tapi karena si pattern sprocket pillow nyelip entah ke mana, dan mengingat keterbatasan waktu yang saya punya, jadi ya terpaksa saya bikin bantal yang gampang aja. Pede ga pede sih ngasihnya. Tapi alhamdulillah yang dikasih pura-pura senang, hahahah.




DIY cushion for my bestie :)
Bikinnya ga terlalu sulit, tekniknya masih pakai teknik yang dasar banget, tinggal jahit-jahit lurus aja, maklum masih beginner. Untuk isian bantal saya pakai dakron silikon, biar lebih empuk dan lembut, terus nggak gampang kempes. Yang agak jadi PR itu pas bagian masukin dakron ini ke bantalnya, karena kalau nggak pas bentuknya jadi aneh banget, kayak benjol-benjol gitu. Tapi nggak papa lah ya, biar hasilnya belum rapi, yang penting jadi. Selesai! Tinggal bungkus. 

Oiya, karena stok kertas kado lagi habis, dan karena kayaknya susah bungkus bantal segede ini pakai kertas, saya putuskan pakai tile aja bungkusnya, diikat pakai renda. Maksud hati sih biar terlihat eksklusif, tapi kayaknya nggak terlaku sukses ya, hoho.


P.S.: pengen bikin tutorialnya, semoga bisa secepatnya direalisasikan :D







Friday, September 20, 2013

DIY: Recycling Cream Soup Cup

Untuk mem-follow up ide saya kemarin, akhirnya nggak pake nunggu sampai weekend saya langsung melakukan eksekusi. Rekor. 

Tumben jeda antara ide sama eksekusi cepet? Iya, soalnya kemarin ini ada konspirasi alam sih kayaknya. Di kantor kemarin kita delivery K*C. Terus karena ada yang mesen cream soup, sumpah itu baunya enak banget, jadi pengen. Ok, back to topic ya, intinya adalah, pas ngliat cream soup cup itu langsung jatuh cinta, rasa-rasanya langsung pengen nyomot itu cup. Karena bentuknya yang mirip pot di rumah, tapi lebih kecil, jadi kayaknya cocok buat eksperimen dulu. 


si penggoda

Oiya, karena kemaren sampe rumah udah malem, jadi versi eksperimen ini masih dibuat seadanya, dengan bahan yang seadanya aja di rumah, dan belum totally done. Beberapa penyesuaiannya:
- Pot bekas diganti cup bekas cream soup K*C, 
- Cat diganti kain


persiapan seadanya

Sayangnya, karena terlalu asik ngerjain ini, saya lupa untuk ambil gambar step by stepnya. Pengerjaannya sih pada dasarnya sama kayak ide awalnya, cuma materialnya aja yang diganti. Semoga nanti saya dapat hidayah untuk bikin lagi, terus bikin tutorialnya juga ya. 

Daaaaan setelah berkutat sekitar tiga jam, Tada! Jadilah flower bucket jadi-jadian ini.

masih belum jadi

Lumayan lah, cukup puas sama hasilnya, meskipun belum oke-oke banget. Semoga nanti kalau bikin lagi bisa lebih rapi, heheh. Oiya, yang paling jadi PR adalah bikin bunga-bungaannya. Luamaaaa dan cukup bikin tangan jadi keriting. Itu bunga-bungaannya baru bisa nutup sekitar seperlima dari total permukaan bola-bola dakronnya *doooh. Tapi tetep asik sih bikinnya. Bikin yuk ;)


Note: Maafkan atas keterbatasan gambarnya, cuma pake kamera hp seadanya. Kalau mau nyela, nyumbang kamera dulu ya, hahahah ;p






Thursday, September 19, 2013

DIY Idea: Pot Bekas

Paagiiiii

Semangat hari Kamis! Bentar lagi wiken, yay! Masih dua hari lagi ding.
Wiken ini rasa-rasanya pengen banget bikin sesuatu ala-ala DIY gitu. Udah ada sih idenya, yang tiba-tiba muncul kemaren sore. Tapi ga tau ya, bisa diimplementasikan apa nggak. Soalnya, yang udah-udah kan saya ini orangnya cuma bisa mencetuskan sesuatu tapi nggak mampu mau ngerjainnya, hehe.

The story is, di rumah ada beberapa pot plastik bekas yang nganggur. Kenapa nganggur? Karena tanamannya mati. Kenapa tanamannya mati? Karena saya nggak rajin nyiram. Kenapa nggak rajin nyiram? Karena saya sibuk *plak! Pinter banget ya kalo disuruh bikin alasan, adaa aja. Jadi intinya, pot-pot bekas itu mau dibuang sayang soalnya masih bagus-bagus. Kalau mau nanam lagi, tar deh, belom sempet hunting tanaman tahan banting tapi bagus tapi murah, hahah.

Untuk ngasih kerjaan pot itu, ini planningnya:


baru sebatas konsep

Ngarti kagak lu tong? Emang nggak bisa dibaca sih, kecuali sama yang bikin gambarnya :D
Itu ceritanya si pot bekas mau dikasih sesuatu di atasnya,  apapun itu yang penting bentuknya bulat dan fit to the pot. Terus, sesuatu yang bulat, yang udah ter-install di pot itu, di atasnya ditempel bunga-bungaan. Setelah ditempel bunga-bunga di mana-mana, jadilah nanti akhirnya seharunya sesuatu yang mirip tanaman rimbun (?) di dalam pot. Aneh deh bahasanya, maafkan saya atas diksinya ya, soalnya saya nggak bisa mendeskripsikan dengan baik apa yang ada di kepala saya. Intinya itu benda bisa dipajang sih. Seharusnya. Hehe.

Can't wait for this weekend. 


Monday, May 20, 2013

DIY: Reuse Cardboard

Intermezo dulu, udah gatel pengen pamer hasil tangan usil. Pe-eR bikin tulisan tentang liburannya nanti aja yaaa, soalnya foto-fotonya belum sempet ditransfer, hehe. 

Jadi, karena nggak enak liat kardus bekas yang nganggur di belakang pintu, mau dibuang sayang, soalnya masih bagus, kalau cuma dilipet aja palingan juga nggak akan kepakai. Bongkar-bongkar gudang sebentar (kayak yang punya gudang aja), nemu selembar kertas kado yang udah dibeli lama tapi nggak jadi kepake, akhirnya nekat bikin simple storage box (biar bahasanya rada keren dikit) :D

reduce it, reuse it ;)


Alat dan bahan:
- kardus bekas yang nggak kepakai
- kertas kado
- selotip/lem
- gunting
- cutter

Step by stepnya gampang aja, pertama potong bagian atas kardus (yang biasanya berfungsi sebagai tutup, yang diplester-plester itu), hingga cuma menyisakan bentuk box tanpa tutup. Terus tinggal tutupi bagian luar box dengan kertas kado, prinsipnya hampir sama kayak kalau kita mau bungkus kado. Udah deh jadi. Maaf lupa nggak ambil gambar step-by-step-nya :( tar deh kalau bikin lagi, dan kalau nggak lupa, hehe. Gampaaaaang banget kok, setengah jam juga kelar :)


love it!

Karena ukuran kardusnya lumayan besar, akhirnya benda ini saya fungsikan untuk nyimpen stok deterjen dan pembersih lainnya. Lumayan kan, selain mengurangi sampah, stok belanjaan diskonan juga bisa terlihat lebih rapi. Nggak sabar pengen cepet-cepet bikin lagi, lagi, lagi dan lagi ;)




Friday, October 8, 2010

Project 1: Tempat Tisu Bantal



tempat tisu bantal
Waah udah lama banget ga nulis. Kali ini pengen cerita tentang project lebaran aja deh. Jadi pas lebaran kemaren di sela-sela waktu bersilaturahim, aku berhasil menelurkan satu karyaku. Tadaaaaaaaaa! 

Idenya didapat dari pas silaturahim ke rumah pooh. Di antara deretan toples kue-kue yang bikin ngiler, terlihat ada tempat tisu lucu, kayak bantal gitu, lucu deh. Akhirnya pas udah di rumah, kebetulan masih ada sisa bahan batik, jadi kenapa ga dikerjain aja. Lagian juga ngerjainnya ga butuh waktu lama.


nangkring di meja kerja

Sekarang tempat tisu ini nangkring di meja kerjaku di kantor. Lumayan bisa ngasih sedikit sentuhan etnik, itung-itung ikut mensukseskan gerakan aku cinta batik Indonesia di kantor. Terus juga bisa dialihfungsikan sebagai bantal kalau pas siang-siang angin bertiup sepoi-sepoi :D

Seneng deh, bisa bikin sesuatu sendiri, meskipun hasilnya seringkali berupa produk gagal, hehe. Ga sabar pengen posting project-project berikutnya. Bikin apa lagi yaaaa...
*mencari inspirasi mode: on